Tag Archives: SMS

MENDUKUNG KEBERLANJUTAN MEDIA INFORMASI KOMUNITAS/PUBLIK BERBASIS SMS

biaya SMS

Pendahuluan

Seiring perkembangan teknologi informasi komunikasi, media yang murah, cepat, interaktif, dan personal makin diminati pengguna. Perkembangan ini ditandai dengan menjamurnya layanan komunikasi dan media berbasis internet, khususnya media sosial yang sebagian besar ditopang oleh layanan internet dari operator seluler. Jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia yang berkembang pesat diyakini makin memudahkan pengguna untuk berkomunikasi dan mengakses informasi. Barangkali anggapan ini benar, namun hanya berlaku untuk sebagian kecil masyarakat Indonesia.

Pada Januari 2014, nomer telpon seluler aktif di Indonesia hampir mencapai 282 juta. Sementara pengguna internet diperkirakan sebesar 38 juta. Artinya pengguna seluler yang memanfaatkan internet hanya sebesar 13 persen. Sedangkan sebagian besar pengguna telpon seluler (87 persen) menggunakan layanan panggilan suara (voice call) dan pesan singkat (SMS). Tak heran jika penggunaan SMS di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data Asosiasi Telepon Selular Indonesia (ATSI) pada tahun 2011 terdapat 260 miliar pesan SMS yang beredar di Indonesia.

SMS menjadi pilihan karena teknologi ini sangat mudah digunakan. Ketika media berbasis internet belum bisa menjangkau masyarakat kelas bawah, teknologi SMS bisa mengisi kesenjangan ini. Cribasumpiepool Banyak pihak yang memanfaatkan SMS sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi publik atau komunitas.

Peluang dan Tantangan

Pemanfaatan SMS sebagai media komunitas telah diujicobakan sejak April 2012 oleh Media Komunitas Angkringan di Desa Timbulharjo, Yogyakarta. Program MK160

(Media Komunitas 160 karakter) memanfaatkan SMS sebagai sarana pertukaran pesan antar warga. MK160 mendapat respon yang positif dari warga desa, terbukti dari lalu lintas informasi oleh, dari dan kepada warga desa Timbulharjo yang dinamis.

Menggunakan SMS sebagai sarana penyebaran informasi juga dilakukan oleh banyak lembaga lain dengan tujuan yang beragam. Diantaranya adalah SMS gateway untuk pengelolaan informasi buruh migran oleh Infest, pengelolaan informasi untuk peringatan dini Gunung Merapi oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sarana pengaduan layanan publik oleh Lembaga Ombudsman Daerah Yogyakarta.

SMS menjadi pilihan karena fitur ini tidak memerlukan keahlian khusus, perangkat yang digunakan terjangkau oleh kelompok menengah ke bawah dan infrastrukturnya tersedia di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun demikian, pemanfaatan SMS sebagai sarana penyebarluasan informasi bagi publik menghadapi kendala karena tarif yang relatif mahal.

Berdasarkan hal tersebut, Me

dia Komunitas Angkringan bermaksud menyelenggarakan diskusi terarah dengan tema “Mendukung Keberlanjutan Media Informasi Komunitas/Publik Berbasis SMS”.

Tujuan

  1. Berbagi pengalaman dan pengetahuan pemanfaatan SMS sebagai media layanan informasi publik/komunitas.

  2. Merumuskan usulan strategi, regulasi dan atau kebijakan khusus untuk mendukung media informasi komunitas/publik berbasis SMS.

Waktu Pelaksanaan

Hari/tanggal : Jumat, 7 Maret 2014

Jam : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat : Kantor Ford Foundation, Gedung Widjoyo Center (Lantai 11) Jl. Sudirman 71 Jakarta Telpon 021-252-4073

Agenda

09.00-09.30 : Registrasi

09.30-10.00 : Pembukaan dan presentasi pengalaman MK160

10.00-11.00 : Diskusi

11.00-11.30 : Perumusan rekomendasi

11.30-12.00 : Review dan penutupan

Penyelenggara

Acara ini diselenggarakan oleh Media Komunitas Angkringan bekerjasama dengan ICT Watch dan didukung oleh Ford Foundation.

Informasi selengkapnya hubungi Amron Risdiyanto 082223001666 / Frenavit 085648506364

Angket Pengguna SMS Broadcast untuk Publik

Nonguninesspa