Menanam Pohon Kejujuran

Zahra Sonda Arum Dani, Warga Kampung Klayu, Dusun Ngentak, Timbulharjo

“Bermula dari banyaknya berita korupsi yang sering muncul di media massa, membuat kami para pelajar merasa prihatin. Kami berfikir mau jadi apa negara ini jika para koruptor terus saja ber-munculan?” tutur Karina Aus-trina Putri, pelajar kelas XI SMA N 2 Bantul.

Selanjutnya Karina menjelaskan, “Saya bersama Zahra Sonda, Amalia Nur Sa’adah, keduanya pelajar SMA N 1 Imogiri Bantul, serta beberapa pelajar lintas se-kolah menggagas gerakan pelajar anti korupsi. Menurut kami pela-jar adalah pemilik sah masa depan bangsa. Maka dari itu, ber-mula dari pelajarlah kami men-coba menumbuhkan semangat anti korupsi di hati para pelajar. Kami berharap kelak setelah de-wasa para pelajar akan menjadi orang yang tidak korupsi entah di mana pun mereka berada.”

Nah, untuk itu kami mengadakan kegiatan cerdas kreatif Menanam Pohon Anti Korupsi. Pagi hari yang cerah, pada hari Jumat, 25 Mei 2012 lalu kami telah mena-nam sepasang pohon anti korupsi di halaman kantor Gubernur DIY atau yang lebih dikenal dengan kompleks Kepatihan. Kami ber-sama dengan Wakil Gubernur DIY menanam pohon itu. Di ba-wah pohon itu kami juga mena-nam sebuah kendi yang berisi 1000 tanda tangan pelajar anti korupsi. Pohon tersebut kami na-makan pohon pelajar anti korup-si. Brixi simon Pohon dimaksud terutama menjadi simbol, karena kami ber-harap pohon anti korupsi justru tumbuh di hati kami para

Mengapa kami memilih mena-nam pohon? Dari kaca mata ka-mi, korupsi ataupun para korup-tor adalah polusi yang sangat ber-bahaya bagi kehidupan. Dengan ditanamnya pohon anti korupsi ini kami berharap bisa menyerap polusi-polusi yang berbahaya bagi kehidupan. Pohon itu akan kami rawat dan kami beri pupuk dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan tentang anti korup-si, sesuai dengan kapasitas kami sebagai pelajar.

Setelah itu, kami melantik 45 pelajar di seluruh DIY yang terma-suk diantaranya 6 pelajar Bantul sebagai Duta Pohon Pelajar Anti-korupsi. Uniknya pelantikan Duta Pohon Pelajar Antikorupsi ini dilantik oleh para pelajar itu sen-diri dengan ditandai penyematan pin oleh salah seorang perwakilan dari KPK (Komisi Pemberantas-an Korupsi) dari Jakarta. Tetapi begitulah, karena ini merupakan kegiatan yang digagas sendiri oleh pelajar. Dari pelajar oleh pelajar untuk Indonesia tercinta.

Kegiatan penanaman pohon anti-korupsi di Kepatihan bukan akhir dari kegiatan kami, tetapi justru awal tugas besar kami untuk me-nanam pohon antikorupsi di hati kami. Cara cerdas kami mena-nam pohon antikorupsi adalah dengan membiasakan diri peduli pada orang lain, ini merupakan lawan dari sikap koruptor yang tidak peduli dengan orang lain. Kepedulian kami berwujud se-perti mengadakan bakti sosial dengan cara membagi 100 paket makan siang di sepanjang jalan Malioboro. Kemudian kami ikut mengadakan pengumpulan koin untuk mendukung pembangun-an gedung KPK. Kegiatan ini di-liput oleh belasan surat kabar dan stasiun TV di Indonesia. Media massa memang faktor penting dalam mengoptimalkan pemberantasan korupsi.